1.
Dasar hukum kaidah al-umūru bimaqās͎idihā, kecuali...
a. QS. Ali Imran: 145
b. QS. An-Nisa’: 100
c. QS. al-Baqarah: 265
d. QS.al-Bayyinah: 5
e. QS.Yasiin: 5
2.
al-umūru bimaqās͎idihā, artinya...
a. kesulitan akan mendatangkan kemudahan
b.
segala sesuatu tergantung niatnya
c.
keyakinan tidak bisa digoyahkan hanya dengan keraguan yang baru
muncul
d.
kearifan lokal (kebiasaan baik) bisa dijadikan kebijakan hukum
e.
segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan bahaya harus segera
dihilangkan
3.
al yakinu la yuzalu bis syak, artinya...
a.
kesulitan akan mendatangkan kemudahan
b.
segala sesuatu tergantung niatnya
c.
keyakinan tidak bisa digoyahkan hanya dengan keraguan yang baru
muncul
d.
kearifan lokal (kebiasaan baik) bisa dijadikan kebijakan hukum
e.
segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan bahaya harus segera
dihilangkan
4.
al masyaqatu tajlibut taysir, artinya ....
a.
kesulitan akan mendatangkan kemudahan
b.
segala sesuatu tergantung niatnya
c.
keyakinan tidak bisa digoyahkan hanya dengan keraguan yang baru
muncul
d.
kearifan lokal (kebiasaan baik) bisa dijadikan kebijakan hukum
e.
segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan bahaya harus segera
dihilangkan
5.
Al – Umuru Bi Maqasidiha terdiri dari dua unsur yaitu kata al-umuru
yang merupakan bentuk plural dari kata al-amru yang berarti...
a.
Keadaan
b.
Tujuan
c.
Niat
d.
Umur
e.
Perintah
6.
Hadist Nabi SAW yang menjadi pondasi terbangunnya
kaidah Al – Umuru Bi Maqasidiha ini adalah انما الا عما ل
با لنية Yang artinya adalah...
a.
Sesungguhnya tergantung pada niat
b.
Sesungguhnya niat itu tergangung pada amalnya
c.
Seungguhnya
amal dan niat itu baik
d. Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu
tergantung pada niatnya
e.
Sesungguhnya
amal yang terbaik
7.
العبر ة فى
العقو د با لمقا صد و النيا ت
Adalah termasuk cabang kaidah dari ....
a.
al yakinu la yuzalu bis syak
b.
al-umūru bimaqās͎idihā
c.
al masyaqatu tajlibut taysir
d.
Ad dhararu Yuzal
e.
Al ‘adatu Muhakkamah
8.
Di bawah ini yang termasuk
syarat diterimanya perbuatan ibadah adalah ...
a. niat agar dipuji orang
b. niat yang ikhlas
c. perbuatan tersebut dilakukan karena terpaksa
d. ibadah dilakukan agar disebut sebagai orang
soleh
e. lalai dalam melaksanakan ibadah
9.
Ketika seseorang melaksanakan shalat di tengah-tengah muncul
keraguan, apakah bilangan rakaatnya baru tiga atau sudah empat? maka, dia harus
menetapkan bilangan yang rendah yaitu tiga rakaat
Pernyataan tersebut sesuai dengan maksud kaidah ....
a.
Ad dhararu Yuzal
b. al-umūru
bimaqās͎idihā
c.
al yakinu la yuzalu bis syak
d.
al masyaqatu tajlibut taysir
e.
Al ‘adatu Muhakkamah
10.
Seorang astronot setelah melihat langsung keadaan antariksa
kemudian mendarat di planet Mars dan menginjakkan kaki di planet itu semakin
tambah yakin seyakin-yakinnya atas kekuasaan Allah SWT yang menciptakan planet
jumlahnya milyaran secara tertib teratur rapi berjalan sesuai orbit edarannya.
Contoh tersebut di atas adalah termasuk tingkatan keyakinan dari
....
a. Haqqul yakin
b. ‘Ainul Yakin
c. Ilmul yakin
d. Bainal Yakin
e. al-yakīn lā
yuzālu bis-syak
11.
Hadits tersebut di atas adalah merupakan salah satu dalil dari
kaidah ....
a.
al masyaqatu tajlibut taysir
b.
al yakinu la yuzalu bis syak
c.
al-umūru bimaqās͎idihā
d.
Al ‘adatu Muhakkamah
e.
Ad dhararu Yuzal
12. Kaidah al-yakin
la yuzalu bis-syakdapat membangun kerangka berpikir manusia yang komprehensif
(utuh, syumul), kecuali...
a. logik (masuk
akal, ma’qul)
b. seimbang atau
harmonis (moderation, wasatiyah)
c. fleksibel
(lentur, mutaharrikah)
d. ekstrim (mudah menyalahkan
dan sulit menerima perbedaan)
e. visioner
futuristik (analisis kritis di masa yang akan datang)
13.
Niat yang ikhlas yaitu keberadaan niat harus disertai dengan
menghilangkan segala keburukan nafsu dan keduniaan. Niatnya itu hanya
semata-mata...
a.
Perintah Orangtua
b.
Perintah Rasulullah SAW
c.
Perintah Allah
SWT
d.
Perintah Malaikat
e.
Perintah Agama
14. Yang bukan dari
lima kaidah induk ushul fikih di bawah ini adalah ....
a.
Ta’arrud Al-Adillah
b.
al-umūru bimaqās͎idihā
c.
al yakinu la yuzalu bis syak
d.
al masyaqatu tajlibut taysir
e.
Al ‘adatu Muhakkamah
15.
Bentuk dari implementasi kaidah al masyaqatu tajlibut taysir
adalah berupa dispensasi dengan cara boleh memilih.
Dispensasi dengan cara boleh memilih dalam istilah ushul fikihnya
adalah ....
a.
takhfif isqat
b.
takhfif takhyir
c.
takhfif tanqis
d.
takhfif ibdal
e.
takhfif taqdim wa takhir
16.
ير يد الله بكم اليسر ولا ير يد بكم
العسر adalah dasar hukum dari kaidah ....
a.
Ad dhararu Yuzal
b.
al-umūru bimaqās͎idihā
c.
al yakinu la yuzalu bis syak
d.
al masyaqatu tajlibut taysir
e.
Al ‘adatu Muhakkamah
17.
Kaidah cabang dari al masyaqatu tajlibut taysir adalah ....
a.
انما الا عما ل با لنية
b.
العبر ة فى
العقو د با لمقا صد و النيا ت
c.
ير يد الله بكم اليسر ولا ير يد بكم
العسر
d.
الضرو رة تقد ر بقد ر ها
e.
الضرار يز ل
18.
Konteks kekinian khususnya bidang technologi medis yaitu
diperbolehkannya transplantasi organ tubuh dengan alasan emergency, merupakan
implementasi contoh ....
a.
Al ‘adatu Muhakkamah
b.
al masyaqatu tajlibut taysir
c.
al-umūru bimaqās͎idihā
d.
al yakinu la yuzalu bis syak
e.
Ad dhararu Yuzal
19.
Ketika seseorang sedang dalam bepergian jauh yang dimubahkan syara’
(musafir, travelling) jarak tempuh perjalannanya lebih dari ... KM, maka
mendapatkan kemudahan (taysir, dispensasi) melakukan shalat. Jarak minimal yang
ditempuh adalah...
a.
80 KM
b.
90 KM
c.
98 KM
d.
110 KM
e.
210 KM
20.
Perhatikan pernyataan berikut !
(1) adil dalam bersikap,
(2) bijaksana dalam berpikir,
(3) selalu mengutamakan kemaslahatan umat yang lebih luas (public
interest),
(4) bersikap toleran atau tidak kaku (rigid) dan
(5) menghormati perbedaan dengan tidak merasa dirinya paling benar
atau tidak keras kepala (ekstrim
Yang termasuk ciri-ciri umat yang moderat sebagaimana disebutkan
dalam kaidah al masyaqatu tajlibut taysir adalah ....
a. Semua jawaban salah
b. Semua jawaban benar
c. nomor 1, 3, 5 benar
d. nomor 2, 4, 3 benar
c. nomor 1, dan 5 saja yang benar
21.
Hikmah dari kaidah ketiga al masyaqah tajlibut taysir adalah
....
a.
Keyakinan menjadi tendensi dasar dalam segala hal baik ibadah
maupun mu’amalah.
b.
Seseorang yang melakukan segala hal tanpa ada niat yang lurus,
hasilnya bisa jadi bagus, tetapi tidak mendapatkan keridhaan dan pahala dari
Allah SWT.
c.
Keyakinan merupakan sebuah terma penting, yang dengannya
penghambaan seorang hamba melalui sebuah ibadah kepada Allah menjadi berarti.
d.
Kemudahan dalam menjalankan agama merupakan sebuah tema penting,
yang dengannya menjadi lebih mengerti bahwa syari’at tidaklah memberatkan baik
dalam beribadah maupun muamalah (interaksi sosial).
e.
membangun kerangka berpikir manusia yang komprehensif (utuh, syumul),
logik (masuk akal, ma’qul).
22.
“Segala sesuatu baik ucapan maupun perbuatan seseorang hubungannya
dengan Allah SWT atau sesama makhluk, maka nilainya ditentukan oleh niat atau
tujuan melakukannya”
Pernyataan tersebut diatas adalah sesuai dengan kaidah ....
a.
al-umūru bimaqās͎idihā
b.
Ad dhararu Yuzal
c.
al masyaqatu tajlibut taysir
d.
al yakinu la yuzalu bis syak
e.
Al ‘adatu Muhakkamah
23.
“inna shalāti wa nusuki wamahyāya wa mamāti lillāhi rabbil
‘alamin la syarīka lahu wa bidzālika umirtu wa ana minal muslimīn”
Pernyataan diatas merupakan contoh berkaitan dengan masalah ....
a.
Keyakinan dalam melaksanakan suatu ibadah
b.
Kemudahan dalam melaksanakan suatu ibadah
c.
Kebiasaan dalam melaksanakan suatu ibadah
d.
Memperbaharui niat dalam melaksanakan suatu ibadah
e.
Keadaan darurat dalam melaksanakan suatu ibadah
24.
Perhatikan bunyi ayat berikut !
هوالذى خلق لكم ما في الارض
جميعا
Artinya : “Dia-lah Dzat yang menciptakan segala sesuatu yang ada di
bumi untuk kalian” (Al-Qur’an Surat Al-Baqarah : 29)
Ayat tersebut adalah dasar hukum dari kaidah ....
a.
al yakinu la yuzalu bis syak
b.
al masyaqatu tajlibut taysir
c.
al-umūru bimaqās͎idihā
d.
Al ‘adatu Muhakkama
e.
Ad dhararu Yuzal
25.
Perhatikan, cabang kaidah al yakinu la
yuzalu bis syak yaitu :
الا صل بفاء ما كان علي ما كان
Contoh yang sesuai dengan kaidah cabang tersebut adalah ....
a.
perselisihan harga antara penjual laptop dan pembeli setelah barang
dagangan (laptop) rusak
b.
orang yang telah yakin bahwa dia positif masih suci, kemudian dia
ragu telah berhadas, maka statusnya tetap masih suci. Atau sebaliknya
c.
hewan yang tidak diketahui jenis kelaminnya maka dihukumi hewan
yang halal
d.
jika terjadi ketidakjelasan identitas istri dengan wanita lain
dalam suatu situasi tertentu, maka tidak diperbolehkan berijtihad untuk
menggauli salah satunya
e.
ketika terjadi perselisihan antara penjual dan pembeli dalam hal
serah terima barang dagangan atau harga barang misalnya jual beli mobil, maka
yang memiliki kekuatan hukum adalah salah satu dari keduanya yang menyangkal
atas serah terima tersebut. Karena hukum yang asal adalah belum terjadi serah
terima.
II. Essay
ثانيا: أَجِبْ
هَذِهِ اْلأَسْئِلَةَ بِاْلأَجْوِبَةِ الصَّحِيْحَةِ!
|
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar ! |
|
|
1. |
Sebutkan
5 (lima) kaidah induk ushul fikih
beserta artinya masing-masing? |
|
2. |
Sebutkan
asbabul wurud dari hadits انما الا عما ل با لنية Sebagai
contoh kaidah al-umūru bimaqās͎idihā |
|
3. |
Sebutkan
macam-macam tingkat keyakinan manusia dan berilah contohnya masing-masing ! |
|
4. |
Berilh
contoh al masyaqah tajlibut taysir, yang dapat aplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari ! (contohnya sebanyak lima macam) |
|
5. |
Tulislah
dasar hukum Kaidah al masyaqah tajlibut taysir dari
Al-Qur’an dan Hadits ! |
@@@Selamat
Mengerjakan@@@
KUNCI JAWABAN
I.
Pilihan Ganda
|
1 |
E |
11 |
B |
21 |
D |
|
2 |
B |
12 |
D |
22 |
A |
|
3 |
C |
13 |
C |
23 |
D |
|
4 |
A |
14 |
A |
24 |
A |
|
5 |
E |
15 |
B |
25 |
B |
|
6 |
D |
16 |
D |
|
|
|
7 |
B |
17 |
D |
|
|
|
8 |
B |
18 |
B |
|
|
|
9 |
C |
19 |
C |
|
|
|
10 |
A |
20 |
B |
|
|
II.
Essay
(Jawaban essay
diserahkan kepada Guru Mata Pelajaran)
|
1 |
5 (lima)
kaidah induk ushul fikih beserta artinya masing-masing |
|
2 |
Asbabul wurud
dari hadits انما الا عما ل با لنية Sebagai
contoh kaidah al-umūru bimaqās͎idihā |
|
3 |
Macam-macam
tingkat keyakinan manusia dan contohnya masing-masing |
|
4 |
Contoh al
masyaqah tajlibut taysir, yang dapat aplikasikan dalam kehidupan
sehari-hari (contohnya sebanyak lima macam) |
|
5 |
Dasar hukum
Kaidah al masyaqah tajlibut taysir dari Al-Qur’an dan Hadits |
No comments:
Post a Comment